Menu

Mahkluk Hareup and more art by Raihan Alghifari

Mahkluk Hareup, 2022
86 x 61 x 3 cm (h x w x d)
Draw sketch
[2]

Teringat suatu pribahasa di atas Tapas Salapan Lawang Dasakerta, Bogor yang bertuliskan “Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari Seja Ayeuna Sampeureun Jaga” yang berartikan “Apa yang kita nikmati saat ini merupakan jerih payah para pendahulu dan apa yang kita kerjakan hari ini akan dinikmati anak cucu kita kelak”. Namun bagaimana jika yang kita tanamkan justru membuahkan hasil yang tidak di inginkan?
Perkembangan ilmu pengetahuan dapat membentuk suatu masa dimana manusia akan bergantung pada teknologi, tentu itu menjadikannya suatu era digitalisasi pada saatnya. Namun jika disadari bahwasannya masa kini adalah masa depan yang ditanamkan dari masa lalu, dan dapat di lihat dengan jelas bahwasannya saat ini kemajuan teknologi dapat merubah pola pikir serta perilaku manusia masa kini dan masa yang akan datang.
Pengaplikasian pada karya seni yang bertajuk fisik manusia di masa yang akan datang sudah terlihat jelas pada gambar ini, dimana manusia akan hidup semena-mena dengan hanya mengandalkan teknologi yang sudah tersedia, sebagai contoh saat ini manusia memanfaatkan gawai untuk memenuhi kebutuhan makan serta minum mereka tanpa perlu beranjak dari ruang nyaman mereka, dan tanpa di sadari hal tersebut dapat berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang, hingga di masa yang akan datang mereka akan melihat bahwasanya bentuk
tubuh/fisik mereka sudah tidak elok untuk di lihat. Kesadaran dengan bentuk tubuh/fisik mereka menjadikannya sebuah pelajaran bahwa hidup masih perlu dibenahi serta diperbaiki dengan usaha-usaha yang akan mereka lakukan.



exhibited by:

more from PROLOG

Feedback, 2022
25 x 25 x 3 cm (h x w x d)

prologue, 2022

Tuangan, 2020
120 x 122.2 x 3 cm (h x w x d)

Kilas Balik
121 x 105.5 x 3 cm (h x w x d)

You Were a Kid Once, 2021
144 x 108 x 3 cm (h x w x d)
Dead Center
shutterspeed 1/20

Pages

Do you create or deal with art?